Banyuasin, 7 Juni 2025 — Musibah kebakaran kembali terjadi. Kali ini, si jago merah melalap habis satu unit rumah milik warga di Dusun 3, RT 4, Desa Tabala Jaya, Kecamatan Karang Agung Ilir, Kabupaten Banyuasin, pada Sabtu pagi (7/6/2025) sekitar pukul 09.15 WIB.
Kejadian nahas ini menimpa rumah milik Bapak Warisman yang saat kejadian sedang tidak berada di tempat. Korban diketahui tengah bersilaturahmi ke rumah saudaranya yang sedang menggelar hajatan di Desa Jati Sari, meninggalkan rumahnya sekitar pukul 08.00 WIB.
Tak lama berselang, seorang tetangga menghubungi korban via telepon dan meminta agar segera pulang karena api mulai melalap bagian rumah. Sayangnya, saat korban tiba, rumahnya telah rata dengan tanah.
Menurut saksi mata pertama, Ibu Sri Atun, kebakaran bermula saat ia melihat asap mengepul dari bagian tengah rumah korban. Saat itu, ia sedang meminta bantuan untuk mengangkat tong air. Melihat asap kian tebal, warga sekitar seperti Bapak Ismail, Bapak Solihin, Miftahudin, dan Bapak Dadang segera berlarian mencoba menyelamatkan barang-barang yang bisa diselamatkan. Namun karena kobaran api cepat membesar, mereka kesulitan mengevakuasi seluruh isi rumah.
“Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik di ruang tengah. Di ruang itu memang terdapat beberapa perangkat elektronik seperti televisi, amplifier, dan sound system,” ujar Ismail Marzuki saat dikonfirmasi wartawan info-merdeka.com di lokasi kejadian pada pukul 11.40 WIB.
Bangunan rumah semi permanen berbahan kayu berdinding papan dan beratap seng membuat api dengan mudah menjalar dan menghanguskan seluruh bagian rumah.
Menanggapi musibah ini, perwakilan Forum Kepala Desa (Kades) yang diwakili Bapak Edi turut prihatin dan menghimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap bahaya kebakaran.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan listrik dan gas. Sebelum bepergian, pastikan semua peralatan listrik dan kompor dalam keadaan aman dan mati,” pesan Edi.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Warga berharap ada bantuan dari pemerintah setempat untuk meringankan beban korban.
(Mustangin)





