Karang Agung Ilir, Banyuasin – Menjelang akhir Ramadan, masyarakat Desa Tabala Jaya dan umumnya warga Karang Agung Ilir, Kecamatan Karang Agung Ilir, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mengeluhkan sulitnya mendapatkan tabung gas elpiji 3 kg. Kelangkaan ini menyebabkan warga harus berkeliling dari satu warung ke warung lainnya, bahkan ke toko-toko, namun tetap tidak mendapatkan tabung gas yang dibutuhkan.
Akibat kelangkaan tersebut, sebagian warga terpaksa beralih menggunakan kayu bakar untuk memasak. Tidak hanya sulit ditemukan, harga tabung gas elpiji 3 kg yang tersedia pun melambung tinggi. Harga isi ulang tabung gas mencapai Rp45.000 hingga Rp50.000, jauh di atas harga normal, sementara persediaan yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi permasalahan ini. “Kami sangat berharap pemerintah segera menyelesaikan masalah kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg di wilayah kami,” ujar salah satu warga setempat.
Saat dikonfirmasi oleh awak media Info Merdeka pada Minggu (29/3/2025) pukul 11.45 WIB, Camat Karang Agung Ilir, Rakiman, menyatakan bahwa ketersediaan pangan untuk Ramadan dan Idul Fitri masih mencukupi. Namun, ia menyayangkan bahwa tidak ada pihak yang mengingatkan terkait kesulitan mendapatkan tabung gas elpiji 3 kg di wilayah tersebut.
“Kami berharap kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg ini segera teratasi agar masyarakat tidak mengalami kesulitan lebih lanjut,” ungkap Rakiman.
Kelangkaan gas elpiji 3 kg ini menjadi perhatian serius masyarakat Karang Agung Ilir. Warga berharap pihak terkait segera mengambil tindakan agar kebutuhan pokok ini kembali tersedia dengan harga yang wajar.
(Mustangin)